FAKTA Lengkap Kakek, Nenek dan Cucu Tewas Dibunuh, Pelaku Dendam Gara-gara Ucapan Korban

Satu keluarga yang terdiri dari kakek, nenek, dan cucu ditemukan tewas mengenaskan di kebun sawit. Ketiga korban yakni Turyati (nenek), Sugiyono (kakek), dan sang cucu Afsyia Amila Putri. Peristiwa itu terjadi di Dusun Laman Natai, Desa Solam Raya, Kecamatan Sungai Tebelian, Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat (Kalbar).

Tiga jasad tersebut ditemukan dalam waktu berbeda di lokasi yang berdekatan. Informasi terbaru, pelaku telah diamankan Satreskrim Polres Sintang. Pelaku nekat menghabisi nyawa ketiga korban lantaran sakit hati dengan ucapan korban Turyati.

Diberitakan , jasad Turyati ditemukan pertama kali oleh seorang warga, Paijan, Rabu (4/8/2021) siang. Saat itu, saksi sedang mencari ikan di lokasi yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). Paijan menemukan jasad perempuan tua itu dalam keadaan tergeletak dengan posisi tengkurap dan berlumur darah.

"Paijan lalu memberitahukan kepada pemilik kebun sawit Mistani dan Rohman Ketua RT setempat." "Lalu memberitahukan ke warga serta lapor ke Mapolsek Sungai Tebelian," kata Kasubbag Humas Polres Sintang, Iptu Hariyanto. Berdasarkan keterangan dari warga Desa Solam Raya, korban tinggal di rumah bersama suaminya, Sugiyono dan cucunya Afsyia.

"Akan tetapi pada saat korban pertama ditemukan, suami dan cucunya tidak berada di rumah," ungkapnya. Polisi menemukan bekas sayatan benda tajam di bagian kepala, leher, serta tangan Turyati. Keesokan harinya, Kamis (5/8/2021), jasad suami dan cucu Turyati di temukan di lokasi yang sama.

Sugiyono dan Afsyia ditemukan di lokasi yang tak jauh dari ditemukannya jasad Turyati. Tubuh kakek dan cucu itu ditemukan dalam keadaan berdempetan. Pada tubuh keduanya juga ditemukan diduga bekas sayatan benda tajam.

"Sekira pukul tujuh pagi tadi (Kamis), jasad kakek sama cucunya ditemukan tidak jauh dari tempat penemuan yang kemarin," kata Akun, warga desa setempat. Akun memastikan, tiga jasad yang ditemukan tersabut adalah satu keluarga yang terdiri dari nenek, kakek, dan cucu. Ya masih satu keluarga, sama sama bekas bacokan sangat parah," tambahnya.

Masih dikatakan Akun, diduga pembunuhan itu terjadi pada Selasa (3/8/2021) malam di rumah korban. Sebab, ditemukan banyak bercak darah di rumah korban. Tak hanya itu, bercak darah juga ditemukan di atas sepeda motor korban.

"Pembunuhan diperkirakan malam hari di rumahnya karena di rumahnya banyak bercak merah, termasuk di atas motor," bebernya. Mengutip dari , Satreskrim Polres Sintang telah mengamankan pelaku yang diketahui berinisial RN. Pelaku ditangkap pada Kamis malam.

Polisi terpaksa menembak kaki RN karena mencoba kabur saat hendak ditangkap. "Alhamdulillah, tersangka pelakunya sudah kami tangkap," kata Kasat Reskrim Polres Sintang, AKP Hoerrudin, Jumat (6/8/2021). "Tersangka melawan dan mencoba kabur akhirnya kita lumpuhkan," tambahnya.

RN kemudian dibawa ke Mapolres Sintang untuk diperiksa lebih lanjut. Diberitakan , pembunuhan itu berawal saat RN berniat meminjam uang kepada Turyati sebanyak Rp 5 juta, Senin (2/8/2021). Saat itu, jawaban Turyati menyakiti hati pelaku.

"Pelaku merasa sakit hati dan dendam dengan perkataan korban." "Saat pelaku meminjam uang, korban mengatakan, 'kau ini bah orang miskin, nanti balikin gimana, tanah tidak punya. Punya uang kalau lele laku'," katar Hoerruding menirukan ucapan pelaku. Dari situ, pelaku dendam dan timbul niat untuk membunuh korban.

Pada Selasa sekira pukul 18.30 WIB, Sugiyono bersama cucunya mendatangi rumah RN untuk mengajak pergi ke Sintang. Sugiyono pun berjanji akan membatu RN untuk meminjam uang Rp 5 juta kepada istrinya, Turyati. RN kemudian meminjam uang Rp 200 ribu untuk berobat sekaligus minta tolong diantarkan ke rumah mantri.

"Sebelum berangkat pelaku sempat mengambil parang miliknya dan diselipkan dalam celana tanpa sepengetahuan Sugiyono," ungkapnya. Saat tiba di rumah mantri, pintu dalam keadaan tertutup. Kemudian RN minta diantar ke rumah adik iparnya.

Dalam perjalanan di lahan sawit, pelaku mengeluarkan parang dan menghabisi Sugiyono dan Afsyia. "Kemudian RN menggunakan motor korban untuk menjemput Turyati dan membohongi korban bahwa cucunya Afsyia menangis dan minta dijemput." "Kemudian RN membawa Turyati berkeliling terlebih dahulu dan membawa ke blok ZZAB dan menghabisi nyawa Turyati dengan parangnya," bebernya.

Serelah membunuh, RN mengembalikan sepeda motor ke rumah korban. Dalam perjalanan, RN membuang parangnya di semak semak. Setibanya di rumah korban, RN memarkirkan sepeda motor di depan pintu masuk samping dan menyimpan kunci motor di belakang pintu masuk samping.

"Pelaku beristirahat sambil melihat situasi sekitar rumah agar benar benar aman untuk pulang, kemudian pulang dengan berjalan kaki.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.