Jokowi akan Reshuffle Kabinet, Mardani Ali Sera: Jangan Politik Dagang Sapi Lagi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut akan melakukan gebrakan lagi terkait kabinet kerjanya. Dikabarkan, Jokowi akan me reshuffle kabinetnya pada pekan ini. Isu ini mencuat setelah DPR menyetujui permintaaan pemerintah untuk membentuk 2 kementerian baru.

Di antaranya, penggabungan 2 Kementerian Ristek dan Pendidikan menjadi Kementerian Dikbud Ristek. Lalu, pembentukan kementerian baru, yakni Kementerian Investasi. Menanggapi hal itu Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera menyebut Jokowi untuk tak berdagang politik lagi di periode kedua kepemimpinannya ini.

Menurutnya, reshuffle kabinet itu perlu didasari data yang akurat. Ia berpesan kepada sang presiden, untuk mempertimbangkan prinsip tata kelola dan efektifitas menterinya di bangku pemerintahan. Terkait isu reshuffle kabinet, dasar reshuffle hendaknya berbasis data akurat & adil ."

Pesan untuk Pak @jokowi, walau angkat Menteri hak prerogatif Presiden tetap prinsip tata kelola & efektivitas Pemerintahan mesti jadi pertimbangan ." Jangan politik dagang sapi lagi, sudah periode kedua ," tulis Mardani lewat cuitannya, @MardaniAliSera , Rabu (14/4/2021). Selain itu, kata Mardani, ada visi dan misi lain yang harus dikejar Presiden saat ini.

Satu diantaranya, penanganan Covid 19 di Indonesia. Dsebutkannya, PKS tak masalah siapa dan kementerian mana yang di reshuffle. Ia menegaskan, pihaknya tetap menjadi partai oposisi.

Kedua, Pak Jokowi punya visi dan misi yang perlu dikejar. Pertumbuhan ekonomi yg berkeadilan, reformasi birokrasi hingga penanganan Covid 19 menjadi pekerjaan utama. " "S iapa dan kementerian mana saja monggo saja diputuskan.

PKS akan istiqomah menjadi oposisi ," tambahnya. Sementara itu, Tenaga Tenaga Ahli Utama KSP Ali Mochtar Ngabalin menyebut Jokowi akan melantik 2 menteri baru. Dua menteri ini nantinya akan memimpin Kementerian gabungan Pendidikan dan Ristek, serta Kementerian Investasi.

Presiden insya Allah akan melantik menteri baru (1) Menteri DIKBUD/RISTEK (2) Menteri Investasi/Kepala BKPM, " tulisnya pada akun Twitternya, @AliNgabalinNew, Rabu (14/4/2021). Sementara itu, Ali berpendapat isu nama menteri lain yang akan dilantik sepenuhnya hak prerogatif Jokowi. Masyarakat dimohon menunggu untuk keputusan Jokowi ini.

Adakah menteri menteri lain yang akan di lantik, kapan & siapa para beliau itu? Wallahu'alam bisshowaab itu hak prerogatif Presiden & kita tunggu saja ," lanjut Ali. Sebelumnya diberitakan, kemungkinan Jokowi segera me reshuffle kabinet pada pekan ini. "Pekan ini, sangat bisa pekan ini," kata Ali saat dihubungi , Selasa (13/4/2021).

Ali mengatakan terdapat tiga faktor yang menguatkan Presiden akan melakukan perombakan Kabinet Indonesia Maju Jilid ke 2 dalam waktu dekat. Pertama yakni adanya penyatuan Kemenristek dengan Kemendikbud. Usulan pemerintah untuk menyatukan dua kementerian tersebut telah disetujui DPR.

"Surpres yang dikirim ke DPR 30 maret itu, itu kan sudah diterima DPR, disidang DPR dan telah diambil keputusan, terkait pengabungan Kemenristek ke Kemendikbud." "Kenapa begitu, banyak kerjadaan di Kemeristek yang seharusnya menjadi bidang Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN)" katanya. Faktor kedua kata Ali yakni Menristek Bambang Brodjonegoro yang menyatakan telah pamit dari Kementeriannya.

"Kan terjadi kekosongan itu. Sementara Kemenristek sendiri belum ke Kemedikbud," katanya. Faktor ketiga kata dia, yakni pemerintah yang akan segera membentuk Kementerian Baru yakni Kementerian Investasi. Dengan adanya kementerian baru, otomatis maka akan ada menteri baru.

"Yang Abang bilang, selama masa kerja di Bina Graha Abang tahu benar, bagaimana keputusan keputusan yang diambil presiden tidak membutuhkan waktu lama." "Makanya dalam pekan pekan ini, kita tunggu saja, tidak mustahil dalam pekan ini," katanya. Sebelumnya juru bicara Wakil Presiden Maruf Amin, Masduki Baidlowi mengatakan tentu ada rembukan yang dilakukan presiden dan wakil presiden dalam menentukan reshuffle kabinet.

Terlebih DPR sebelumnya sudah menyetujui dibentuknya penggabungan Kemendikbud dengan Kemenristek, serta pembentukan Kementerian Investasi. "Tentu Wapres sudah rembukan, diajak rembukan oleh presiden," kata Masduki Baidlowi, dalam konfrensi pers secara daring, Senin (12/4/2021). Soal pembentukan kementerian baru, Masduki menyebut hal itu diperlukan untuk kepentingan di masa depan.

"Saya kira memang investasi itu penting ke depan. Tapi pembicaraan (masih) jauh, tidak bisa dibicarakan saat ini karena belum final, masih proses diselesaikan," sambung Masduki. Kendati demikian, soal reshuffle, Masduki mengaku belum memperoleh kabar terkini. "Nanti akan ada pembicaraan spesifik antara presiden dan wapres dan kalau semuanya clear baru dibicarakan," katanya.

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.